BEBAS

私のブログへようこそ Trust_JC@29

BEBAS

Tampilkan postingan dengan label God's Love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label God's Love. Tampilkan semua postingan

Ada sepasang suami istri yang berasal dari golongan keluarga kaya raya dan mempunyai perusahaan besar di desa tempat tinggalnya.

mereka berdua memiliki watak yang bertolak belakang, sang istri yang setia dan penurut terhadap kata-kata suaminya, sedangkan sang suami adalah orang yang bijaksana dan berwibawa namun ada sedikit sifatnya buruknya yang sampai sekarang belum hilang yaitu "pelit dan arogan".

sampai pada suatu hari ada seorang pengemis yang meminta sedekah kerumah pasangan suami istri itu, pengemis itu mengetuk pintu dan memberi salam pada pemilik rumah, lalu tak lama kemudian sang istri pemilik rumah itu membuka pintu dan melihat dengan hati yang merasa iba kemudian bertanya kepada pengemis itu "apakah gerangan maksud bapak datang kesini?"

lalu pengemis pun menjawab dengan penuh kerendahan hati "saya berharap ibu sekeluarga bermurah hati untuk memberikan sedikit bantuan"

kemudian sang istri dengan mata yang berkaca-kaca berkata "pak,tunggu sebentar saya masuk sejenak untuk melihat apakah masih ada yang bisa saya berikan kepada bapak."

sang istri pemilik rumah itu berjalan masuk ke rumah menghadap kepada suaminya yang sedang santai di ruang keluarga... lalu sang istri bertanya kepada suaminya.. "ayah, diluar ada seorang pengemis yang memohon sedekah kepada kita yah, apakah kita punya sesuatu yang masih bisa d pakai lalu kita berikan saja kepada pngemis itu?"

sang suami mengerutkan keningnya dan dengan nada lantang berkata "bu,tutup saja pintu depan rumah kita, tak usah memberikan apa-apa kepadanya, bisa saja dia hanya berpura-pura menjadi pengemis"

sang istri yang penurut itu pun tak bisa berbuat apa-apa, ia berjalan menuju pintu depan dengan meneteskan air mata menghampiri pengemis itu, lalu ia berkata

"pak, maafkan saya saya tak bisa memberikan apa-apa kepada bapak dan saya harus menutup pintu rumah ini pak, sekali lagi maafkan saya"

kemudian pengemis itu pun pergi...........


Kisah ini berlanjut.....

Beberapa tahun kemudian

bahtera rumah tangga suami istri kaya raya tadi terkena banyak permasalahan, perusahaan sang suami bangkrut, mereka sering bertengkar dan akhirnya mereka memutuskan untuk bercerai... tak lama kemudian sang istri(yang sekarang telah bercerai) menikah lagi dengan seorang wirausahawan yang ulet dan punya semangat tinggi mencari nafkah hidup

mereka berdua hidup dengan penuh kebahagiaan, dan di karuniai seorang anak laki-laki sampai pada suatu hari datang lagi seorang pengemis sama seperti kejadian yang dialami sang istri pada saat masih dengan suaminya yang dulu...

pengemis itu mengetuk pintu rumah mereka lalu mereka pun membukakan pintu untuk pengemis itu..

dan tanpa panjang lebar sang istri pun memberi sedikit uang kepada pngemis itu atas permintaan suaminya yang sekarang..

pengemis mengarahkan pandangan kearah istri pemilik rumah itu... Tiba-tiba sang istri terkejut dan matanya pun berkaca-kaca dan meneteskan air mata, kemudian ia pun bergegas masuk ke rumah meninggalkan pengemis itu dan menemui suaminya yang sekarang di ruang keluarga.

sang suami pun bertanya... "istrku, kenapa engkau menangis..apakah kau menangis karena aku mnyuruhmu memberikan sedekah?"

lalu sang istri yang menangis tersedu-sedu menjawab... "tidak suamiku, tetapi aku menangis karena melihat sendiri karmaku, apakah kau tahu siapa pengemis yang tadi memohon sedekah kepada kita? Dia adalah mantan suamiku yang dulu"

sang suami pun bertanya dan menjawab..

"istriku, apakah kau juga tau siapa, pengemis yang dulu di usir oleh suamimu yang dulu?"



__________________ITU ADALAH AKU______________________
Read More …

Seorang anak dengan gayanya yang lugu bertanya kepada ibunya, “bu, apa itu cinta?”.

Cinta ada adalah kemurnian jiwa, kesejukan bathin dari kenikmatan memberi dan kerelaan berkorban, jawab sang ibu. “Karena itukah banyak orang mengagungkan cinta?” tanya sang anak lagi.

Dengan sabar dan penuh cinta ibunya menerangkan, bahwa keagungan cinta hanya berada pada cinta Sang Agung, Si pencipta cinta itu sendiri. Dan jika ada yang mengagungkan cinta diatas segalanya, sebenarnya ia tidaklah tengah mengagungkan cinta melainkan perasaan dan nafsunya yang tengah bergumul sehingga meluap menjadi nafsu berbaju cinta.

Padahal jika mau membuka tabir sebenarnya, tentu mereka akan sadar kalau tengah terombang-ambing oleh arah cinta yang salah. “ini wajar nak, karena kebanyakan manusia hanya sebatas menggunakan mata kepala dan mengabaikan mata bathinnya, sehingga ia lupa bahwa cinta bersemayam dan bergetar-getar dihati, bukan di kepala, apalagi dimata.

Cinta harus dilihat dengan mata bathin, dan kebanyakan manusia memandang cinta hanya berhenti di mata kepala, sehingga seringkali tidak mampu menangkap kemurnian jiwa, kesejukan bathin dari mencinta dan dicinta.

Karena itu, mereka yang senantiasa mampu menggunakan mata bathinnya untuk melihat segala hal, ia akan melihat siapapun dan apapun dengan cinta. “Karena Allah pun teramat cinta kepada yang mempersembahkan cinta kepada-Nya”.“Lalu kenapa ada orang yang saling membenci, bertengkar dan saling bermusuhan?” tanyanya lagi.

Itulah kehebatan Allah. Dia ciptakan manusia dengan bentuk yang sempurna sehingga dengan kesempurnaan yang dimilikinya itu, manusia bisa menangkap kesan yang lain, tidak hanya cinta. Ada benci, marah, kecewa, senang, tertawa, sedih dan masih banyak lagi. Tak perlu takut, semua itu salah satu anugerah dari-Nya yang patut kita syukuri.

Sudah menjadi keinginan manusia tidak menyukai sesuatu yang tidak disenanginya, artinya sesuatu hal yang tidak berkenan, tidak sesuai dengan hati nuraninya, adalah sangat manusiawi jika dibenci. Dan adalah fitrah manusia juga untuk kecewa jika sesuatu tak seperti harapannya, tak seindah mimpinya.

Masalahnya kemudian, bagaimana manusia mengkondisikan hatinya agar senantiasa condong kepada kebenaran, sehingga benci, marah dan kecewa serta sedihnya hanya kepada kebathilan, kesemena-menaan, kezhaliman, keserakahan dan bahkan kesombongan diri, juga dosa yang dilakukannya.“Bagaimana dengan tersenyum dan tertawa?” Senyum dan tawa adalah sebuah refleksi, sama seperti benci, marah dan sedih.

Hanya bedanya, biasanya senyum dan tawa adalah cermin dari keberhasilan, kemenangan dan prestasi seseorang akan sesuatu. Tak perlu merasa bersalah hanya karena tersenyum dan tertawa. Mungkin Allah menciptakan rasa itu untuk melatih manusia. “Bukankah semua hamba-Nya yang sholeh kelak akan tersenyum di hadapan Allah yang menghadirkan keagungan wajah-Nya?” jelas sang Ibu sambil mengusap kening anaknya yang serap-serap mulai terbuai ke alam tidurnya.

Lama ia dibuai cinta sang Ibu, dengan sentuhan lembut ibunya ia memainkan nyanyian dawai-dawai indah yang bergelung-gelung dialam mimpinya. Ia merasakan kehangatan hidup, keceriaan dunia. Mungkin karena usianya yang memang belum pantas merasakan kegetiran dan kepahitannya.

Untuk sementara ibunya membiarkan mimpi anaknya tak terusik oleh kepayahan mencari sesuap nasi yang dijalaninya, juga hantaman kerikil di sepanjang jalan yang disusurinya. Terik dan hujan menjadi baluran tubuhnya sehari-hari, demi satu cita, tak kan membiarkan dimasa depan anaknya mengeluarkan keringat dan darah seperti yang dialaminya kini.

Mungkin semua orangtua mempunyai mimpi yang sama. Hingga dengan demikian sang ibu semakin sadar bahwa hanya Tuhanlah yang selama ini menguatkan, mempertebal kesabaran serta menanamkan keyakinan dihatinya, bahwa esok matahari masih akan terbit.Dan menjelang fajar, seusai kesejukan membasuh seluruh tubuh untuk kemudian bersimpuh dihadapan-Nya.

Tak terasa air bening mengalir membasahi pipi, untaian kata pinta yang tak pernah berhenti, yang tak pernah berhias putus asa, yang tak diiringi penyesalan akan beban hidup yang saat ini diamanahkan kepadanya. Terkadang ada tangis yang begitu keras sekeras benturan kehidupan yang menerpanya, hingga tak sadar tangisannya itu menyentuh relung bathin anaknya sampai terbangun.“Kenapa ibu menangis?” Menangis adalah satu anugerah Allah lainnya nak.

Menangis adalah wujud dari kelemahan manusia yang jelas-jelas kekuatannya sangat terbatas. Menangis adalah pembuktian akan adanya Yang Maha Kuat yang memiliki kehendak diatas segala mau dan keinginan manusia.

Tak perlu malu untuk menangis, karena dengan menangis kita tengah melunturkan kesombongan, kepekatan hati yang penuh noda hitam dari setiap detik hidup yang berlumur salah, juga menghilangkan penyakit-penyakit lainnya yang kerap hinggap di kalbu.Menangis tidak mesti dengan air mata, meski biasanya selalu dengan itu.

Air bening yang membasahi mata akan membasuh dosa yang berawal dari penglihatan manusia. Kemudian airnya turun menyejukkan wajah kita. Itulah cara Allah membersihkan wajah manusia yang coreng-moreng oleh kekhilafannya.

Maka dengan menangis setiap hari, wajah menjadi bersih, hati pun sejuk kembali dan kebeningan mata yang sudah terhapuskan pekatnya, memberikan keindahan tersendiri. Semua itu, hanya agar manusia dapat melihat surga.
Read More …

trust-jc.. Diberdayakan oleh Blogger.

About